Dispenda Anambas Perbarui Data WP PBB-P2

Dispenda Anambas Perbarui Data WP PBB-P2

  • Tuesday, 30 September 2014

TAREMPA (HK) - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Kepulauan Anambas segera memutakhirkan (memperbarui, red) data wajib Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) yang ada di kabupaten termuda di Kepri ini.
Pasalnya, menurut Kepala Bidang Pendapatan lain-lain Dispenda Anambas, Kaharuzzaman, saat ini data yang dimiliki oleh Dispenda merupakan data lama yang sudah tidak up to date lagi.

“Data lama tidak akurat lagi, karena selama ini kan geliat pembangunan disini cukup tinggi, termasuk juga pertumbuhan penduduk dan rumah-rumahnya, juga bangunannya. Jadi misalnya dulu rumahnya masih terbuat dari papan, sekarang ada yang sudah ditembok,” ungkap Kahar saat ditemui diruang kerjanya, Senin (27/1).

Jahar menjelaskan, dengan data yang tidak up to date tersebut, terpaksa Dispenda akan menerima setoran pajak dari wajib pajak dari data yang lama, kendati bangunan yang dimaksud sudah banyak berubah. Karenanya, Kahar menganggap urgensi pemutakhiran data Wajib PBB-P2 tersebut sangat mendesak dan harus dikerjakan sesegera mungkin.

“Memang tidak ada yang rugi, cuma kan berarti kita belum bisa memaksimalkan penerimaannya. Makanya kita perlu sesegera mungkin mengupdate data tersebut, agar penerimaan sektor PBB-P2 tersebut bisa semakin maksimal,” ucap Kahar.

Nantinya Dispenda Anambas akan menggandenge konsultan yang berkompeten untuk melakukan pemutakhiran data tersebut. Konsultan yan dimaksud nantinya dituntut unutk dapat memaparkan kondisi realitas di lapangan mengenai jumlah wajib pajak PBB-P2 yang ada di Anambas.

“Pada tahap pertama mereka harus bsi menjelaskan kepada kita mengenai data awal wajib pajak. Nanti pada pemaparan terakhir, yakni tahap ketiga, konsulta yang kita tunjuk harus bisa memaparkan data terbaru megnenai wajib pajak yang ada di Anambas,” harap Kahar.

Dengan pemutakhiran data tersebut, diperkirakan penerimaan dari sector PBB-P2 akan mengalami peningkatan yang cukup significant, sehingga sedikit banyak juga akan bis membantu menopang keuangan daerah.

“Pasti perubahannya significant. Misalnya dulu di Tarempa banyak rumah kayu, dan jumlahnya sedikit, hari ini kan kita lihat sudah banyak rumah yang besar dan sudah bertambah jumlahnya. Jadi penerimaannya kan juga berbeda,” papar Kahar.

Disinggung mengenai potensi penerimaan sektor PBB-P2 Anambas, Kahar mengaku cukup besar. Namun untuk awal tahun seperti ini, banyak wajib pajak yang masih enggan membayarkan kewajiban mereka. Kebanyakan dari mereka masih menunggu penerbitan SPPT.

“Biasanya mereka bayarnya kalau sudah ada SPPT. Sehingga mereka tau berapa besaran pajak yang harus mereka bayarkan kepada Negara. Rencana kita akan segera terbitkan 8000 SPPT secara serentak untuk Kabupaten ini,” imbuhnya lagi.

Selanjutnya, demi memperlancar proses pemutakhiran data yang dimaksud Kahar, dirinya mengharapkan peran serta masyarakat untuk segera melapor ke Dispenda, jika terdapat perbedaan data antara SPPT yang diterbitkan Dispenda, dengan kenyataan lapangannya.

“Misalnya ternyata bangunan rumahnya sudah berlantai 2, kita harap segera laporkan, agar mempermudah kerja kita juga. Karena sebenarnya, kita sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk mendukung kinerja kita,” tukasnya. (cw89)

Copyright © 2014. | Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas. | All right reserved.